Tuesday, August 9, 2016



Sejarah Desa Pacentan



Desa Pacentan awalnya adalah sebuah hutan yang cukup luas di sebagian wilayah desa.Masyarakat pacentan mempunyai pemikiran untuk mempunyai ladang sendiri, membajak ataupun untuk bercocok tanam.Salah satu warga menciptakan sebuah kelompok untuk menebang pohon di hutan yang di olah kemudian dijadikan sawah.
Masyarakat pacentan dulunya tidak mempunyai ladang atau sawah untuk dibajak. Ladang atau sawah dijadikan masyarakat sebagai hasil sumber daya alam (hasil tani) agar dapat hidup secara mandiri. Cara yang dilakukan yaitu dengan satu demi satu masyarakat pacentan bergotong royong untuk menebang pohon di hutan. Setelah masyarakat terkumpul, mereka langsung bergegas untuk menebang pohon dihutan meski ada sedikit kendala untuk menebang pohon dihutan.
Ketika selesai menebang pohon, ternyata dibalik hutan tersebut ada babi hutan berkliaran. Sebagian masyarakat panik menghadapi babi hutan tersebut. Mereka mempersiapkan senjata tajam seperti tombak, parang dan celurit untuk memburu babi hutan. Akhirnya masyarakat pecentan berbondong – bondong untuk membunuh babi hutan satu per satu. Setelah babi hutan terbunuh masyarakat membuangnya ke sungai atau sumur supaya baunya tidak terlalu menyengat ke daerah penduduk.
Di desa pacentan tepatnya di dusun pregi terdapat sumber mata air jaman dahulu alias sumur yang di percayai oleh masyarakat dapat mengobati segala penyakit .semua warga yang ada di desa pacentan maupun tetua pacentan pun tidak tau asal usul  berdirinya sumur itu . tapi banyak warga yang cerita bahwa sumur itu galian dari seekor burung pada jaman dahulu .
Setiap jumat wage air didalam sumur itu berubah warna menjadi merah , tidak salah bila banyak warga yang datang ketika malam jumat wage tepat jam 12 malam untuk mengambil air tersebut , sumur itu terletak di bawah pohon tua yang sangat rindang dan di sekeliling terdapat banyak pohon bambu , bersebelahan dengan bujhu sambhian yang merupakan makam orang jaman dahulu yang telah mengikuti perang , di namakan sambhien karena jasad yang berada di dalam makam tidak sepenuhnya utuh banyak beberapa bagian tubuh yang hilang dan tidak di temukan, selain itu terdapat 1 mushola yang dindingnya terbuat dari bambu sekaligus tempat beristirahatnya para pengunjung yang datang .
Di dalam kawasan sumur para pengunjung yang datang di larang untuk menyakiti hewan yang ada dan dilarang membawa pulang hewan , tumbuhan dan semacamnya karena jika tumbuhan maupun hewan



 




No comments:

Post a Comment